Kamis, 10 Mei 2012

Minimalist Design - Modern Bedroom Interior Design Ideas

Today we send a message to Modern, minimalist bedroom design, bedroom design that look is usually a mixture of simple furniture and those out of this world artistically designed Pieces.In modern, the bed is a modern style room is often side.In in which the platform new series of Beds. design.s rooms Like you liked this room design ideas, and give you injoy this House and House Design Ideas ..


Rabu, 09 Mei 2012

Wallpaper a New Variation on Feature Walls

The Future of Feature Walls
“I think I’d like a feature wall in red in the dining room, and perhaps a feature wall of gold in the living room, a feature wall at the entry – definitely lilac.”
Does this sound familiar to any of you?
Yes, it is very common melody of the feature wall tune. It is like the pop song that you love the first time you hear it then after it is repeated played on the radio and TV at least twice every hour and in every retail store you go – you soon loathe the very thought of it.

I used to use feature walls a lot in commercial design and they worked well, they created focal points in workspaces which could often be dreary, they designated areas for the public and staff and they were fun. You expect drama and movement in these areas. Now I am fed up. Every new house has at least 3 feature walls, each in a different color! Feature wall overload. I get people wanting advice on colors for feature walls, and I now hate them! Well I did until recently when they have now been revamped with the resurgence in popularity of wallpaper.
Feature wall used here to create a separate dining area in an open plan space.
Yes wallpaper, the stuff we have finally finished getting rid of in our DIY projects is now back and more expensive and luxurious than ever. That is why I think it is now being used as a feature wall. Full of wonderful color, texture and patterns, the choices are endless and the complexity of styles is fantastic. You can even get murals in wallpaper now! Simply superb and used in the correct context, they just look fantastic. I know I am using a lot of adjectives in this article, but I have been brought out from my melancholy of painted feature walls to a bright new future for feature walls and I have wallpaper to thank for that.
At last we will now get to see some real creativity happening in homes, combining wallpaper, paint and fabrics. A good combination of textures, colors and patterns. A visual symphony waiting to be created. So get out there now and create a feature wall for your home, but I must stress, there is still the need to keep them to a minimum! Use them as a feature. The term “feature” should be the point to remember. Use them to highlight an important area and make a focal point in your home to create your feature.
Have a look at this for bold use of wallpaper as a feature wall – I love it!
For example a dramatic wall in your entrance to create a positive first impression and show off a stunning piece of artwork or use it in your living room around your fireplace once again to create that space as your focal point in the room, but please don’t use them in every room. It can make your home look disjointed with your eye jumping from one color or pattern to the next and this causes uneasiness and you don’t feel comfortable or relaxed.
If you don’t have the confidence to use a big bold patterned wallpaper then take the subtle option and select a textured wallpaper and gradually add drama and color with your furnishings and decoration.
(Featured article from: Home and Interior Improvement Textbook)
..
(If you enjoy the free information available on this site, you’re sure to enjoy the free newsletter as well. Sign up right HERE)


Membeli Rumah Dengan Memanfaatkan Fasilitas KPR Bank

Apakah anda sudah berkeluarga? Jika anda sudah berkeluarga tentunya tuntutan untuk memilki sebuah hunian akan lebih besar dibandingkan ketika anda masih lajang. Saat memutuskan akan membeli rumah, setiap orang pastinya memiliki berbagai pertimbangan yang agak berbeda; ada yang ingin memiliki rumah yang indah, asri, nyaman dan pastinya lokasinya berada didalam kota, tidak jauh dari tempat berkerja atau beraktifitas. Ada juga yang ingin membeli rumah indah, asri, dan berlokasi agak diluar wilayah perkotaan sehingga bisa mendapatkan kondisi daerah yang masih alami.
Setiap pilihan itu punya konsekuensinya masing-masing, jika ingin hunian didalam kota pastinya harga rumahnya lebih mahal dibanding rumah yang berada dipinggiran atau diluar kota. Sementara bagi yang membeli rumah dipinggiran atau diluar kota, harus mengeluarkan biaya transportasi lebih untuk pulang dan pergi dari rumah ketempat bekerja. Ilustrasi diatas saya tuliskan untuk memulai artikel kali ini.. Dimanapun rumah yang akan anda pilih sebaiknya anda hitung secara cermat dengan mempertimbangkan kemampuan finansial anda.
Saat waktunya tiba bagi anda untuk membeli rumah, banyak hal yang harusnya dipertimbangkan. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah; lokasi, fasilitas, harga rumah, dan skema pembiayaan rumah. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang skema pembiayaan dalam membeli rumah. Hal ini kita bahas karena masalah pembiayaan ini adalah penentu dari berbagai pertimbangan yang lainnya. Masalah pembiayaan ini yang akan mempengaruhi dimana rumah akan dibeli, berapa luas, seperti apa kondisinya, bagaimana fasilitas yang ditawarkan perumahan tersebut, dsb.
Terdapat berbagai macam skema pembiayaan dalam membeli rumah, yaitu; cash keras, cash bertahap (biasanya s/d 5x angsuran), memanfaatkan fasilitas KPR dari bank, atau mencicil langsung kepihak pengembang yang membangun kawasan perumahan. Dari beberapa sekama pembiayaan ini, yang paling banyak dipergunakan adalah meanfaatkan fasilitas KPR dari bank. Skema pembiayaan rumah dengan fasilitas KPR ini banyak dipergunakan karena mempertimbangkan kemampuan finasial sang pembeli rumah, kebutuhan tetap bulanan, jangka waktu kredit, dsb.
Untuk anda yang akan membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR dari bank, sebaiknya anda mecari tahu segala hal atau seluk-beluk proses pembiayaan rumah dengan fasilitas KPR. Karena kurangnya pengetahuan akan fasilitas KPR ini akan berpotensi mnenghadirkan masalah bagi anda dikemudian hari, masalah-masalah ini bisa timbul karena kurangnya pemahaman dengan ketentuan atau legalitas dari bank pemberi KPR, atau bisa juga dari pihak penjual rumah/pengembang rumah, dan dari pihak agen propertinya.
Berikut ini ada beberapa tips yang sebaiknya diperhatikan bagi anda yang akan membeli properti (rumah dan tanah) dengan memanfaatkan fasilitas KPR dari bank.
Suku Bunga
Dalam proses pengurusan KPR, pastikan anda mengerti betul berapa besarnya suku bunga yang dikenakan atas rumah atau properti yang akan anda beli. Besarnya suku bunga akan menentukan besar kecilnya angsuran yang akan dibayar. Agar mendapatkan angsuran yang ringan, carilah suku bunga bank yang rendah. Perhatikan juga jenis bunga yang ditawarkan. Ada bank yang menawarkan bunga rendah hanya pada awalnya saja, mungkin selama 6 bulan atau satu tahun.
Untuk itu, pilihlah bank yang menawarkan suku bunga yang cukup rendah dan dalam periode yang lebih lama. Tetapi, perhatikan juga hal lainnya selain suku bunga. Bila perlu anda tanyakan pada account officer bank yang bersangkutan, suku bunga yang berlaku apakah float atau fixed rate.
Uang Muka
Ketika anda akan membeli rumah dengan fasilitas KPR, biasanya bank tidak akan membiayai 100% dari harga rumah tersebut. Bank hanya akan membiayai 70 sd 80% dari harga rumah yang akan anda beli, sehingga anda harus menyiapkan 20 sd 30% sisanya. Uang muka sebesar 20 sd 30 % ini biasanya anda setorkan ke pihak penjual rumah atau pengembang, sebagian besar pengembang memberi kebebasan anda untuk mengangsur uang muka ini. Besar kecilnya uang muka akan berpengaruh terhadap plafond pinjaman anda dan tentunya cicilan bulanan (dan bunga bank) yang akan anda bayarkan setiap bulan sampai dengan KPR anda lunas.
Semakin kecil uang muka yang anda siapkan, maka semakin besar plafond pinjaman yang anda ajukan ke bank. Semakin besar plafond pinjaman yang anda ajukan maka semakin besar interest dan jangka waktu pelunasannya. Begitu juga sebaliknya, semakin besar uang muka maka plafond pinjaman dari bank yang anda butuhkan semakin kecil. Semakin kecil plafond pinjaman dari bank maka semakin ringan cicilan bulanan dan semakin cepat waktu pelunasannya. Ini yang biasa disebut sebagai; the art of compounding interest.
Kemampuan Finansial
Ketika akan mengajukan permohonan KPR, sebaiknya anda pertimbangkan dan hitung dulu seberapa besar kemampuan finansial anda. Anda bisa mendata berapa besar pendapatan anda dan pasangan anda dari gaji bulanan, berapa pendapatan anda dan pasangan anda dari sumber lain diluar gaji (hasil usaha lainnya), apakah anda memiliki kartu kredit, berapa plafond kartu kredit anda, berapa besarnya biaya belanja bulanan anda, apakah anda sedang mencicil kendaraan, berapa besar biaya pendidikan anak anda (jika anda sudah memiliki keturunan), adakah asuransi pendidikan untuk anak anda, adakah asuransi kesehatan untuk anda dan anak anda, dsb. Data semua rincian pengeluaran bulanan anda, bandingkan dengan sumber pemasukan tetap dan tidak tetap.
Dari perbandingan antara sumber pemasukan dan pengeluaran anda, akan didapatkan berapa selisih atau saldo bulanan. Selisih dana tersebut nanti yang akan anda gunakan untuk membayar cicilan rumah yang akan anda beli melalui fasilitas KPR. Pastikan kemampuan bayar anda cukup aman untuk mengcover angsuran bulanan+bunganya, tetapkan kemampuan bayar anda at least 120% dari angsuran bulanan yang harus anda bayar. Jika selisih saldo bulanan anda masih cukup besar, anda bisa mengajukan KPR dengan jangka waktu lebih singkat, tapi jika kemampuan bayar anda terbatas sebaiknya anda mengajukan KPR dengan jangka waktu lebih panjang. Jika anda punya cukup dana, untuk meringankan cicilan bulanan ini, anda bisa memperbesar uang muka anda, sehingga plafond KPR anda lebih kecil, dan cicilan bulanan termasuk bunga yang harus dibayar juga lebih ringan.
Status Properti (Tanah dan Bangunan)
Ketika anda mengajukan permohonan untuk membeli rumah dengan fasilitas KPR dari bank, sebaiknya anda memastikan dahulu bagaimana status dari tanah dan rumahnya. Hampir semua bank hanya akan menyetujui permohonan anda jika status tanah dan rumahnya sudah bersersertifikat (SHM atau SHGB). Hal ini harus anda perhatikan terutama jika membeli dari penjual perorangan, sementara jika anda membeli dari pihak pengembang biasanya status tanahnya tidak bermasalah. Karena setiap pengembang yang mengajukan kredit modal kerja untuk membangun unit-unit rumah (kredit konstruksi atau kpr indent), pihak bank sudah meminta legalitas lahan yang akan dikelola termasuk legalitas lainnya (Fatwa lahan, IMB, IPL, Izin lokasi, Izin siteplan, Izin tanah makam, Peil banjir, dsb).
Jika status tanah dan bangunan yang akan anda beli belum bersertifikat (masih berupa girik, dsb) sebaiknya anda berkonsultasi dengan account officer, financial advisor atau mungkin berkonsultasi dengan pimpinan bagian perkreditannya, mungkin mereka punya solusi atau skema lain yang bisa dicoba, misalnya biaya provisi lebih besar, biaya asuransi lebih besar, tambahan jaminan lain, atau ada tambahan biaya untuk peningkatan status tanah dan bangunannya. Jika memang bank tidak punya skema untuk membiayia KPR anda karena masalah legalitas properti yang akan anda beli, mintalah sang penjual (utamanya penjual perorangan yang tidak berbadan hukum) untuk meningkatkan status propertinya. Jika tanah+rumahnya sudah dalam proses peningkatan menjadi SHM atau SHGB, mintalah cover note dari notaris untuk meyakinkan bank sehingga pengajuan KPR anda bisa segera diproses.
Ilustrasi dan Skema Pembayaran
Ketika anda mengajukan permohonan untuk KPR, sesuaikan kemampuan bayar anda dengan jangka waktu pelunasan kredit KPR nya. Angsuran bulanan+bunga akan makin kecil jika jangka waktu pelunasannya makin lama. Angsuran bulanan+bunga akan berbeda untuk jangka waktu 5, 10, atau 15 tahun. Mintalah ilustrasi pembayaran angsuran bulanan+bunga kepada account officer dari bank tempat anda mengajukan KPR.
Jika anda membeli rumah dari pengembang yang berbadan usaha atau berbadan hukum (CV dan PT), biasanya mereka membuat semacam tabulasi dengan skema yang berbeda-beda. Dalam tabulasi tersebut akan anda lihat besarnya angsuran bulanan+bunga disesuaikan dengan type rumah yang akan anda beli, luas kavlingan tanah, besarnya uang muka, dan lamanya waktu pelunasan KPR anda. Dari tabulasi yang anda, anda bisa menyesuaikan tipe rumah yang akan anda beli, besarnya uang muka dan lamanya waktu pelunasan KPR anda.
Proses Pelunasan
Kebanyakan orang yang mengajukan kredit (transaksional, konsumtif, KMK, kredit konstruksi, atau KPR) ingin angsuran kreditnya bisa segera selesai dan hutangnya lunas. Jika anda punya niat yang sama, tanyakan pihak bank bagaimana prosedur jika pembayaran dipercepat? Bisakah membayar sejumlah uang untuk mengurangi pokok hutang KPR anda. Ada bank yang mengenakan penalty jika pembayaran dipercepat, atau anda bisa mempercepat pembayaran kredit KPR setelah sekian waktu. Ada juga yang sudah menetapkan besarnya angsuran+bunga setiap bulan, jadi ketika anda ingin mempercepat maka anda harus membayar sesuai dengan besarnya angsuran+bunga yang dikalikan berapa puluh bulan sisa masa pelunasan kredit anda.
Pilihlah skema pelunasan yang paling fleksibel untuk melakukan pelunasan, kumpulkan skema pelunasan dari semua bank bila perlu. Anda bisa mempertimbangkan fasilitas KPR dari bank konvensional ataupun bank syariah, bandingan tingkat suku bunga, skema pembayaran/pengembaliannya, dan pilih yang paling ringan menurut anda.
Biaya Lain-Lain
Ketika anda mengajukan KPR kepada bank, anda harus menyiapkan dana dengan jumlah tertentu diluar dari uang muka. Pihak bank akan mengenakan berbagai biaya kepada nasabah yang akan menerima KPR. Biaya tersebut antara lain; biaya provisi, biaya asuransi, biaya administrasi, biaya pengikatan di notaries, dan biaya lainnya. Jika anda membeli rumah bekas, kemungkiinan ada biaya tambahan seperti; biaya balik nama/BPHTB, biaya cabut berkas, dsb.
Berdasarkan pengalaman saya ketika mengajukan berbagai skema kredit di bank (kredit modal kerja, kredit konstruksi dan kredit transaksional), biaya-biaya ini berbeda setiap bank. Sebagai calon konsumen, tentu akan lebih meringankan jika anda memilih bank dengan biaya yang paling rendah. Cobalah untuk menawar biaya-biaya tersebut, karena ada komponen biaya yang sebenanrnya masih bisa ditawar, misalnya biaya provisi.
Bukti Tanda Terima
Ketika anda menyerahkan sertifikat (SHM, SHGB) anda kepada pihak bank, mintalah kepada account officer atau legal officer mereka tanda bukti penyerahan sertifikat anda. Karena setiap bank bisa jadi berbeda-beda kebijakannya. Ada bank yang langsung memberikan tanda bukti serah terima jaminan, tapi ada juga yang memberikannya setelah proses pengikatan di notaris. Tanyakan pada account officer atau legal officer mereka, apakah ada prosedur atau SOP yang mengharuskan mereka untuk membuat surat tanda terima jaminan atau tidak. Kalau memang prosedur itu ada, sebaiknya anda memintanya walaupun anda sudah kenal dekat dengan account officer atau legal officernya.
Demikianlah artikel yang membahas tentang proses pengajuan KPR untuk membeli rumah anda. Menggunakan jasa bank untuk membeli rumah dengan fasilitas KPR yang mereka sediakan adalah cara yang bijak untuk membeli rumah, mengingat harga rumah dan tanah yang semakin mahal saat ini. Jadilah nasabah yang baik jika anda menggunakan fasilitas KPR dari bank, usahakan selalu memenuhi kewajiban anda, jangan sampai angsuran kredit KPR anda macet, karena bank sebenarnya tidak ingin nasabahnya bermasalah.
Suatu saat anda mungkin akan mengajukan kredit untuk kebutuhan yang lainnya, jangan sampai permohonan kredit anda ditolak karena bermasalah pada saat BI checking. Selamat mengajukan KPR dan semoga rumah baru anda menjadi rumah yang nyaman buat seluruh anggota keluarga anda.

KEUNTUNGAN MEMBELI RUMAH DENGAN KPR

Bebarapa hal yang dapat menjadi pertimbangan keputusan membeli rumah dengan KPR (Kredit Kepemilikan Rumah) antara lain karena banyaknya keuntungan yang bisa diambil dari langkah ini. Keuntungan tersebut antara lain :
  1. Kita tidak harus menyediakan dana tunai untuk membeli rumah. Kita hanya menyediakan uang muka rumah yang besarnya berkisar antara 10%-30% (tergantung dari ketentuan bank masing-masing) dan biaya kredit. Bayangkan jika harga rumah misalkan sebesar Rp 300 juta, sedangkan uang yang kita punya hanya sebesar Rp 125 juta. Pilihan logisnya adalah dengan menggunakan KPR. Apabila uang muka Anda tidak terlalu besar, carilah KPR yang mewajibkan uang muka kecil, misalnya 10%.

  2. KPR dapat diangsur dengan jangka waktu yang panjang sampai 20 tahun (tergantung ketentuan bank masing-masing) sehingga angsurannya akan relatif terjangkau. Dengan adanya jangka waktu sepanjang ini tentunya kita bisa menyesuaikan besarnya angsuran dengan penghasilan kita. Biasanya bank akan menetapkan besarnya angsuran maksimal adalah 30 s/d 40% dari penghasilan bersih kita. Jadi apabila penghasilan kita kurang memenuhi syarat tersebut untuk jangka waktu menengah (10 tahun) maka kita bisa memilih untuk memperpanjang jangka waktu (misalnya 15 s/d 20 tahun).

  3. Perbedaan nilai jual rumah saat ini dan di masa depan. Apabila kita ingin membeli rumah saat ini dengan KPR maka harga yang berlaku adalah harga saat ini. Tapi jika kita memutuskan untuk menabung terlebih dahulu maka harga rumah yang berlaku di masa depan akan semakin naik. Misalkan harga saat ini adalah Rp 300 juta, bisa-bisa harga tahun depan sudah naik menjadi 330 juta.

  4. Kepastian hukum lebih terjamin karena segala sesuatu mengenai hukum utamanya menyangkut dokumen rumah telah diselidiki kebenarannya oleh bank melalui notaris.

  5. Apabila uang yang kita miliki melebihi uang muka yang harus dibayar dan biaya kredit lainnya, maka kelebihan itu bisa digunakan untuk keperluan lainnya misalnya renovasi, membeli perabotan atau membeli kendaraan.

  6. Dengan ekspektasi kenaikan penghasilan Anda tiap tahunnya, maka angsuran tiap bulan “nilainya” akan semakin kecil seiring berjalannya waktu. Nilai angsuran Rp 1 juta untuk 5 atau 7 tahun mendatang nilainya lebih kecil daripada nilai angsuran Rp 1 juta saat ini.

  7. Harga rumah akan cenderung naik pesat, lebih besar dari bunga kredit. Berdasarkan pengalaman banyak orang yang mengambil KPR, segala beban yang mereka keluarkan dalam masa KPR itu nilainya lebih kecil dari harga jual rumah setelah jangka waktu KPR berakhir.

Selamat membeli rumah dengan KPR..Image Ajs Home Decoration&Furniture dengan senang hati akan membantu segala kebutuhan desain perencanaan dan pelaksanaan rumah anda.
ajs.surabaya@gmail.com

Memilih Lapisan Penutup Lantai Yang Tepat Untuk Rumah Anda

Lantai rumah merupakan salah satu dari beberapa elemen penyusun arsitektur bangunan, keberadaannya adalah mutlak, esensial sehingga akan membentuk identitas dan karakter dari sebuah rumah atau bangunan. Secara struktural umumnya lantai tersusun atas tulangan pelat lantai (tumpuan dan lapangan) dan dikombinasikan dengan campuran beton. Sama halnya dengan elemen struktural lainnya seperti pondasi, kolom dan balok, bahan penyusun lantai umumnya adalah struktur beton bertulang. Identitas dan karakter dari sebuah bangunan, dalam hal ini adalah rumah tinggal secara umum ditentukan oleh jenis material finishing penutup lantai.
Secara umum bahan penutup lantai yang banyak terdapat dipasaran dapat dibedakan menjadi 2 katagori yaitu: lapisan penutup lantai yang alami dan lapisan penutup lantai buatan. Kayu solid (jati, merbau, kapur, ulin, dsb) dan aneka bebatuan yang bersumber dari alam seperti marmer, granit dan limestone merupakan jenis penutup lantai yang alami. Sedangkan semen, keramik, MDF, dan vinyl dikatagorikan sebagai lapisan penutup lantai buatan.

Lapisan Penutup Lantai Alami
Kayu Solid. Sejak jaman dahulu kayu merupakan bahan bangunan yang umum dan banyak tersedia sehingga dapat digunakan untuk semua elemen bangunan. Berbagai jenis pemanfaatan kayu pada bangunandapat kita jumpai pada bagian lantai, dinding, konstruksi kuda-kuda bangunan dan atap. Lantai kayu sampai sekarang masih menjadi bahan yang popular untuk rumah tinggal karena nilai estetika yang tinggi, kesan yang alami serta kemampuannya untuk memberikan kehangatan di dalam ruang. Kayu yang fleksibel dapat memberikan suasana elegan, klasik, modern maupun kontemporer.


Teknologi produksi lantai kayu telah berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Jenis lantai parket yang dikenal secara umum adalah generasi lantai kayu yang menggantikan lantai papan untuk rumah panggung. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut :
- Parket (parquet) yang terbuat dari kayu solid atau dikenal dengan Solid Parquet.
- Parket yang terbuat dari kayu asli dengan teknologi layer untuk mencapai tingkat kestabilan yang sempurna dikenal dengan engineer parquet.
Batu Alam. Penutup lantai berbahan batu alam merupakan bahan tambang yang langsung diambil dari alam. Marmer dan granit merupakan jenis batuan yang terbentuk dalam waktu ratusan tahun dan tidak dapat diperbaharui. Pengolahannya hanya memerluakan proses pemotongan dan penghalusan saja. Ketersediaannya di alam yang terbatas menyebabkan harganya sangat mahal di pasaran. Lantai marmer sangat kuat dan tidak getas cocok untuk menahan beban yang berat. Marmer bersifat dingin sehingga dapat menyejukan suhu di dalam ruangan. Tampilannya pun sangat mewah dengan beragam motif dan corak. Namum perawatannya lebih sulit dibandingkan jenis lantai lainnya.


Lantai granit pada prinsipnya hampir sama dengan marmer, hanya secara kasat mata warnanya lebih gelap. Ketersediaan jenis batuan ini di alam lebih langka menyebabkan harganya juga lebih mahal dari marmer.
Lapisan Penutup Lantai Buatan
Keramik. Keramik adalah jenis penutup lantai yang paling popular digunakan di Indonesia. Ini disebabkan karena harganya yang sangat variatif, dari yang murah sekitar Rp. 50.000 /m2 sampai yang harganya diatas Rp. 150.000 /m2. Motif warna dan ukuran keramik pun sangat beragam dari motif marmer, polos, serat kayu dan masih banyak lagi. Penggunaanya pun tidak hanya untuk lantai, dinding pun tampak lebih indah jika dilapisi keramik. Tapi harus diperhatikan karena kekuatan keramik dinding pasti lebih kecil dari keramik lantai yang menahan beban.


Vinyl. Lantai ini sangat praktis untuk mengubah tampilan ruangan. Dibagian bawahnya terdapat lem yang mudah direkatkan pada lapisan plesteran atau lantai keramik. Kalau sudah bosan anda tinggal melepasnya dan menggantinya dengan motif lain. Pemasangannya sangat mudah sehingga bisa dilakukan sendiri. Perawatannyapun sangat mudah. Hampir sama dengan lantai keramik. Material ini sangat kuat, tahan api dan air sehingga banyak juga digunakan di bangunan-bangunan publik.


Vinyl banyak digunakan sebagai alternatif lantai parket karena harganya lebih murah dan tahan rayap. Lantai vinyl tersedia dalam vinyl tile (kotak atau persegi) dan vinyl sheet (bentuk gulungan/rol). Vinyl sheet umumnya dikenal sebagai Linoleum. Harganya sangat variatif, anda bisa mengunjungi toko material atau toko bahan bangunan, bila mungkin bandingkan beberapa harga dari beberapa toko untuk mendapatkan harga terbaik.
Karpet. Lantai karpet dapat dibagi menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah karpet satuan yang biasa dipakai sebagai aksen pemanis ruangan. Motif dan warnanya sangat beragam dengan bahan baku yang beragam pula. Ukurannya pun barmacam-macam dengan bentuk kotak, persegi ataupun lingkaran. Jenis kedua adalah karpet yang secara permanen ditempel pada lantai seluruh ruangan. Lantai jenis ini hanya cocok dipakai di daerah subtropis atau ruangan yang memakai pendingin ruangan (AC). Kita sering menemui jenis lantai ini di kantor atau kamar hotel. Kelebihannya adalah munculnya kesan hangat dan proses pemasangannya yang mudah.


Lantai karpet juga cocok digunakan untuk tempat bermain anak karena permukaannya yang tidak keras. Lantai karpet lebih sulit dibersihkan jika terkena noda dan cairan dibanding jenis lantai yang lain. Perawatannya pun lebih mahal harus memakai penyedot debu atau dibawa ke dry cleaning.
Parket (Parquet) Sintetis. Selain yang berbahan dasar kayu solid, parket (parquet) juga bisa terbuat dari material sintetis seperti particle board ataupun MDF. Parket jenis ini umumnya lebih terjangkau dibanding parket berbahan dasar kayu solid. Jika anda menginginkan rumah dengan suasana yang hangat namun dengan budget yang terbatas, maka jenis parket berbahan sintetis ini adalah pilihan terbaik bagi anda.


(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).


Selasa, 08 Mei 2012

Keramik Lantai Rumah Minimalis Trend Saat Ini

Keramik Lantai Rumah Minimalis Trend Saat ini . Anda sedang mencari keramik lantai untuk rumah anda ? Mungkin anda perlu informasi keramik lantai yang sedang trend . Trend ini berdasarkan motif dan yang paling di cari banyak orang yang mempunyai rumah minimalis. Tapi tentunya harus menyesuaikan dengan selera dan kecocokan warna interior anda .
Menurut diskusi di forum ths.gardenweb.com ( pasar eropa ) dan houzz.com, selera masyarakat modern kebanyakan bergeser ke selera motif yang cenderung calm, rustic dan natural . Tentunya bingung kalo tidak melihat langsung contohnya sepeti apa ya ? Berikut contoh model dan motif  keramik lantai yang trend saat ini .
1. Model keramik lantai dengan perpaduan motif warna batu dan kayu gelap . Jika interior anda berwarna cerah motif ini bisa masuk dalam rumah minimalis anda.

2. Model keramik lantai dengan perpaduan motif warna batu dan kayu cerah . cocok untuk kamar mandi anda .
 3. Motif keramik lantai modern dengan motif tulisan koran . Cocok untuk lantai ruang kerja anda yg cerah
 4. keramik lantai dengan motif kayu krem cerah , motif ini yang sudah menjadi trend sejak 3 tahun silam hingga tahun ini 2012 pun masih banyak diminati banyak orang .


Untuk model keramik motif kayu ini biasanya untuk mengganti lantai kayu . karena lantai kayu yang perawatannya sedikit lebih extra . makanya orang lebih memilih untuk keramik menyerupai lantai kayu.
Semoga Trend keramik lantai ini bisa menjadi inspirasi anda dalam memilih lantai keramik .

Best Sofas for a Modern Living Room

Clean and sleekly styled sofas are a must-have for a modern-themed living room. If you want a modern look and feel for your living room, then be sure to do your research before purchasing your living room furniture. Sofas have to meet specific requirements before they can be put into the category of modern living room furniture. A brand-new sofa is not automatically considered “modern” even though it’s new. Modern furniture has a very distinct look and style.
Below is a list of features that you’ll need to keep in mind as you look for the best sofas for a modern living room.
 
Modern Sofa Design:
Build. When buying a modern sofa, avoid couches that sport soft lines, lots of curves and other ornamental decorations. Modern sofas are sleek with flat, hard and clean minimalistic lines. The sofa legs are usually made of polished metal and do not have any embellishments. Modern sofas are meant to be simple in design and execution.
While there’s nothing wrong with fluffy and decorative sofas, employing one in your living room will definitely clash with your modern theme.
Material. Modern furniture is made from a combination of leather, polished metal and light colored wood, such as bamboo. Avoid sofas and loveseats with dark and ornamentally carved wood. The most popular material for modern sofas is leather.

                                                               modern livin room

Leather fits the sleek and clean look that gives modern furniture its unique style. Using a leather sofa in your living room will automatically give it a modern feel.
Size. Buy a sofa that complements the size of your modern living room. Your modern sofa should not overtake or overwhelm your modern living room. Modern furniture is meant to be minimal in size as well as in design. A crowded living room destroys the intent of a modern room.
Color. A classic black or white leather sofa will fit your modern living room. However, if you prefer something a little more colorful, then a brightly colored sofa is acceptable for a modern living room, too. Vivacious colors like reds and yellows are ideal for your modern couch.

                                                         classic designs living room

Simple to Remember Guidelines to Choosing Colors for Kitchens

It’s easier than you think. Once you eliminate what won’t work, you are left with a simple palette to choose from. So here are a few ways to filter out colors from your kitchen.
Don’t use dark timbers and colors that will make the space appear smaller. So avoid dark reds, purples, dark blues and greens.
Look for clear crisp colors or whites with a tint of blue, green or yellow for a subtle background of color. Keep cabinetry simple and unadorned and avoid clutter as it will create chaos in a small kitchen.
Color for Large Open Plan Spaced Kitchens
Don’t make a huge contrast in color to the remainder of the d├ęcor in your home unless you want your kitchen to visually dominate the living space. Choose a color that flows with the single open plan space. Generally open plan living uses one color for the walls and has small pockets of color to define specific areas within this.
Open plan spaces predominately use white as a wall color and then add color and texture to that. So colors that would work in a large open plan spaced kitchen are mottled, textured neutrals, whites, grays, black and silver metallics, materials like Corian, granite, laminates, stainless steel and tiles.
Then use color in accessories, flowers, jars, vases, pendant light shades, bar stools, pictures etc to provide focal points and pockets of color.
These kitchens are small functional and compact. They generally aren’t a feature of the home simply a necessity and often use colors and textures to blend into the space and encroach as little as possible.
Most apartments are strapped for space and don’t have an abundance of natural light so bright light and clear colors tend to work best. Once again neutrals, whites and grays with accents of clear crisp colors, teal, apple green, hot pink, citrus yellow in small forms. Therefore the timeless all white kitchen works well with white appliances or for a modern look, soft metallic gray with stainless steel appliances is sleek and functional.
Color for Standard Typical Spaced Kitchen
Yippee!! Anything goes..  Obviously as long as it suits the style of your home and kitchen you can use any colors you like. The only thing to be weary of is lighting.
If you have a lot of natural light and well planned task and feature lighting then the colors you use can be strong and bold and you will still be able to see and the kitchen will be highlighted but if you have little natural light and poor lighting then either upgrade it or choose lighter more light reflecting colors.

Color for Outdoor kitchens
Yes the latest fad – not only is it trendy, but a fun way to use color outside. Think about the plantings that you have. Add some panels of bold colors to contrast. For example red flowers add a purple panel behind them to highlight the flowers and greenery. Add fun colored upholstered squabs or cushions to outdoor seating – hot pinks, burnt oranges, teal and crisp green apple.
For more color ideas for your kitchen look at the specific style of kitchen that you have, traditional, contemporary, country.
Make the most of color, use it, don’t get obsessed with it – step back and visualize your kitchen and how it will look, use brush outs (large cards of paint colors) to hold up in the space to see how the color works at different times of the day with different light. Start gradually and build up color.
If you are in doubt, stick to neutrals and layer gradually. Add color until you get the look you want. After all haven’t we been told for generations from the real estate agents that white is best in the kitchen as it is the color of purity and cleanliness and the most versatile and the best kitchen color for resale!

Next article, I will post about pot racks for kitchen, Keep your interest..
(Featured article from: Home and Interior Improvement Textbook)
..
(If you enjoy the free information available on this site, you’re sure to enjoy the free newsletter as well. Sign up right HERE)

Cleaning Wallpaper Tips

When your wallpaper gets dirty, follow these simple tips and it will be sparkling clean in no time.
Home decor is an area in which most of us find enjoyment: choosing furniture, fabrics, patterns and colors; shopping for just the right item; and of course, reveling in our newly decorated room. Many home owners and decorators choose wallpaper to adorn their walls, as it comes in a plethora of different colors, patterns and textures. Wallpaper is a little tricky to put up at first, but once you get the hang of it, the results are much more immediate than with painting.
Wallpaper is pretty and decorative, but if there are children or pets in the house, or even the occasional accident, the walls are bound to get dirty. Cleaning a painted wall is a cinch, but wallpaper takes a bit more consideration. After all, it’s paper on the wall; we all know that paper dissolves in water, so where does that leave us?
Some wallpaper simply cannot be washed, especially that found in an older house that’s been on the walls for many years. The key is in the surface material. If your wallpaper is simply plain, old fashioned paper, it can’t be cleaned with water. If you are unsure, test your wallpaper in an inconspicuous place, like behind furniture or in a dark corner. Wipe the paper with a fairly damp cloth; if the color or appearance doesn’t change, it can probably be washed carefully with water. Hardware stores carry helpful materials for cleaning older or paper wallpaper. One is a dry sponge that can be wiped along the surface in long, gentle strokes.
Another option is to buy a commercial wallpaper cleaning product. This material is like play dough, and it doesn’t involve water. There are clear manufacturer’s directions on how to use it, but always test an area first in an inconspicuous location.
Nowadays, wallpaper is made for easy clean up. Many newer wallpaper materials include vinyl or plastic, which are much easier to clean, but still delicate, so be careful. You won’t want to simply start scrubbing, as you would on a painted wall. To clean vinyl wallpaper, first vacuum the walls and remove any cobwebs, insects, or anything else that doesn’t belong. You’ll need a soft towel, two sponges, and two buckets: one with warm water and a bit of dish washing detergent, and the second with cool water for rinsing.
Simply wipe the walls with the sponge dampened with the detergent mixture. It shouldn’t be sopping or dripping; even though vinyl wallpaper can be cleaned with water, it’s still paper underneath and can be damaged with too much water. Scrub gently, if necessary, but wiping will usually be enough.
After cleaning with the detergent solution, follow up immediately by rinsing it with a damp sponge of cool water. Then pat dry with a clean, soft cloth. This process must be done quickly or the detergent solution will dry on the walls or the water will sit there too long. If the wallpaper is extremely dirty and requires a second cleaning, wait until it is completely dry after the first washing, and then begin again.
Never use abrasive pads or powdered cleansers, even on vinyl surfaced wallpaper. These will certainly clean the walls, but will often leave a dull mark or take of color, making the area look worse and eliminating any chance of removing the spot. Remember, an ounce of prevention is worth a pound of cure. Keep pets clean and remind children to wash their hands often and keep their hands off the walls. But when your wallpaper does get dirty, as it ultimately will, wash it carefully and gently, and it will be sparkling clean in no time.


(Featured article from: Home and Interior Improvement Textbook)

Concrete Art Floor – Beautiful and Practical Flooring

Any pattern may be applied on this concrete art floor, such as the delicate and swirling motifs pictured here, either when pouring the concrete or after when it has set. The lively and light-hearted flowers contrast with the concrete – ‘highlighting the cold austerity of the material’.
Suitable for contemporary designed environments, you’ll find the polished concrete so easy to maintain in pristine condition. If this winning combination of the practical and the fanciful sounds like what you’ve been looking for.

                                            Are looking for a beautiful concrete art floor?


(If you enjoy the free information available on this site, you’re sure to enjoy the free newsletter as well. Sign up right HERE)

Mendesain Taman Mungil Yang Indah Dirumah Anda

Setiap bangunan atau rumah pasti memiliki sisa lahan kosong yang tak terpakai, lahan kosong ini umumnya berada pada bagian depan dan belakang rumah. Lahan kosong ini umumnya akan diperuntukkan bagi vegetasi, resapan air dan taman. Lahan kosong yang umumnya berukuran mungil ini akan sangat baik jika dimanfaatkan sebagai ruang bagi tanaman untuk menambah keindahan dan keasrian rumah Anda. Jika Anda pandai dalam menata dan mengolah lahan kosong dirumah, maka ukuran besar kecilnya lahan kosong tersebut bukan halangan untuk mengahasilkan sebuah taman dengan penampilan yang cantik dan artistik.
Memiliki taman mungil dirumah sangat dianjurkan, karena selain mampu memperindah tampilan rumah juga akan sangat baik bagi kesehatan dan mempengaruhi kondisi psikologis para penghuninya. Bila direncanakan dengan desain yang matang dan dikerjakan dengan hati-hati sesuai dengan yang telah direncanakan, area atau lahan kosong dirumah Anda  bisa diubah menjadi sebuah taman mungil yang mampu memperindah tampilan rumah Anda secara keseluruhan. Ada berbagai macam cara yang bisa dlakukan agar taman mungil dirumah Anda tampak lebih indah dan mengagumkan.
Tiga hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain dan menata taman dirumah adalah :
Ukuran Lahan. Jika Anda mempunyai lahan yang terbatas (sempit) dirumah, salah satu hal yang harus Anda patuhi adalah jangan bandingkan taman milik orang lain dengan taman Anda sendiri. Hal ini dikarenakan orang cenderung ingin memiliki apa yang telah dimiliki tetangga atau orang lain. Benar kata pepatah, rumput tetangga lebih hijau terlihat dibanding rumput milik sendiri, tetapi anda harus menolak kondisi tersebut. Karena lahan yang Anda miliki terbatas, buatlah taman mungil dengan aneka jenis dan jumlah tanaman yang juga mungil, hal ini untuk mencapai proporsi yang seimbang antara taman dengan fasade rumah Anda.
Siklus Matahari. Bagaimana dengan arah sinar matahari? Hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi pencahayaan ditaman dan pemilihan jenis tanaman. Jika taman tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, Anda dapat memilih jenis tanaman yang tidak terlalu membutuhkan sinar matahari. Arah edar matahari ini sangat penting karena berpengaruh terhadap proses fotosintetis pada tanaman di taman rumah Anda.
Kesuburan Tanah. Untuk menghasilkan taman yang baik, diperlukan kondisi tanah yang subur dan penyerapan air yang baik. Tanah dikategorikan subur jika kadar humusnya tinggi sehingga lebih mudah dalam menyerap air. Untuk Anda yang tinggal dikota-kota besar, biasanya kondisi tanahnya kurang subur, oleh karena itu perlu perawatan untuk menyuburkan tanah sebelum membuat taman. Proses perawatan dan penyuburan tanah bisa dilakukan dengan mencampur tanah dengan pupuk kandang atau kompos.
Untuk membuat dan menata taman mungil, ada dua hal penting yang harus diperhatikan yaitu penentuan elemen lunak (softscape/soft material) dan elemen keras (hardscape/hard material).
Elemen lunak (softscape/soft material) ini terdiri dari jenis tanaman apa saja yang akan Anda tanam. Apakah tanaman perdu, tanaman merambat (kembang telang, alamanda cathartica, dsb), tamanan peneduh, tanaman berbunga dan tanaman penutup tanah (krokot, blue eyes, bawang-bawangan maupun rumput). Yang perlu diperhatikan adalah proporsi antara tamanan yang rendah sampai tanaman yanga tinggi, sehingga tampilan taman secara keseluruhan terlihat lebih menarik.

Design Taman Tropis


Air juga termasuk elemen lunak yang sering dan harus dihadirkan dalam taman. Keterbatasan lahan dapat Anda atasi dengan membuat kolam kecil dengan air terjun mini di tembok yang sudah disulap dengan bentuk batu-batuan taman tebing (taman relief). Taman tebing atau taman relief ini selain untuk alasan estetika juga berfungsi untuk menyembunyikan tembok pembatas rumah yang masif dan licin. Selain itu juga sebagai jalan keluar apabila kondisi tanah di rumah Anda memang sangat tandus dan kurang subur.
Kehadiran kolam dengan air yang terus mengalir akan menambah suasana sejuk ditaman Anda. Untuk memperlancar sirkulasi air diperlukan pompa air otomatis sehingga sirkulasi air tetap terjaga. Suara gemericik air akan menambah suasana teduh dan tenang, suasana yang tenag ini akan memberi efek relaksasi yang sangat baik buat Anda yang sehari-hari sibuk dengan berbagai rutinitas kerja. Untuk lebih menonjolkan nuansa alami, ada baiknya taman dirumah Anda dilengkapi dengan tanaman air atau aksesoris pengisi taman lainnya seperti tong air atau tempayan. Tanaman air seperti: lotus, apu-apu atau water poppy akan mampu melunturkan kesan keras yang ditampilkan oleh bebatuan. Untuk menghindari menjadi sarang nyamuk ada baiknya dipelihara juga beberapa ikan yang ditempatkan didalam kolam.
Sedangkan elemen keras (hardscape/hard material) terdiri dari: bebatuan, gazebo, pathway, dsb yang sering dipakai sebagai pendukung keindahan taman. Lempengan batu alam dengan bentuk komposisi yang tidak beraturan dapat berfungsi sebagai jalan setapak (pathway) dan akan menambah kesan alami pada taman Anda. Taman memang tidak selalu memiliki jalan setapak, namun jalan ini berfungsi sebagai sirkulasi yang memungkinkan kita menjelajahi seluruh taman tanpa menginjak rumput atau tanah.

Ada berbagai jenis pilihan batu alam yang ditawarkan dipasaran, tinggal disesuaikan dengan selera dan budget Anda. Desain taman mungil semakin lengkap jika ditambah dengan patung, sculpture, atau lampu taman sebagai ornament estetis yang mampu meningkatkan nilai estetika dan keindahan dari taman dirumah Anda. Lampu taman khususnya, selain sebagai alat penerangan, lampu ini akan membuat taman tampil dramatis di malam hari. Sementara ornamen estetis lainnya seperti tempayan atau guci atau gerabah juga akan membuat tampilan taman mungil dirumah Anda lebih menarik lagi. Selamat berkreasi dan menata taman mungil dirumah Anda..


Desain dan Dekorasi Interior Ruang Bermain Anak

Masa anak-anak adalah masa untuk belajar dan bermain. Dunia anak-anak adalah dunia yang ceria dan gembira. bukan dunia sibuk dan stress penuh tekanan seperti bekerja atau berusaha untuk mencari uang. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan anak-anak untuk memperoleh kesenangan, tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Beberapa ahli psikologi mengatakan bahwa permainan sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan jiwa anak. Perkembangan kepribadian dan pemikiran anak terjadi saat mereka bermain.
Dengan bermain anak-anak membiasakan diri untuk menggunakan mengembangkan otot-otot tubuh, menstimulasi indra dan organ-organ tubuh, mengeksplorasi dunia sekitarnya, menemukan seperti apa lingkungan yang ia tinggali, dan menemukan seperti apa diri mereka sendiri. Dengan bermain, anak-anak menemukan dan mempelajari hal-hal atau keahlian baru dan belajar (learn) kapan harus menggunakan keahlian tersebut, serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya (need). Lewat bermain, fisik anak akan terlatih, kemampuan kognitif dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
Menurut Hughes (1999), bermain merupakan kegiatan anak yang dirasakan menyenangkan dan dapat dinikmati (pleasurable and enjoyable). Hanya dengan melakukan kegiatan yang sederhana seperti: berlari-lari keliling taman, melompat ringan, jika kegiatan tersebut dirasa menyenangkan oleh anak, maka kegiatan itupun sudah dapat disebut bermain. Pentingnya ruang bermain bagi anak-anak diungkapkan Pearce (1980), ruang bermain anak merupakan tempat dimana anak-anak tumbuh dan mengembangkan intelegensinya. Tempat dimana mereka membuat kontak dan proses dengan lingkungan, serta membantu sistem sensor dan proses otak secara keseluruhan. Dari tempat bermain pula, anak belajar sportivitas, disiplin dan mengembangkan kepribadiannya.
Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak, maka banyak sekali orang tua yang ingin menciptakan ruang bermain tersendiri untuk anak dirumahnya agar anak tidak merasa bosan. Seorang anak memerlukan area khusus untuk bermain. Bukan soal ukuran atau luas ruangannya, yang penting organisasi dan pengaturan didalam ruang tersebut. Sebagai orang tua, Anda juga perlu memikirkan untuk menyediakan sebuah area atau ruang bermain khusus bagi anak usia di bawah 6 tahun.
Dengan adanya area khusus untuk bermain ini, anak dapat berkreasi lebih leluasa. Idealnya area ini tidak terlalu jauh dari aktivitas orangtua. Sehingga, kegiatan bermain itu mudah diawasi atau didengar orangtua. Mendengar bagaimana anak bermain sebenarnya membantu orangtua lebih memahami tingkat keterampilan berbicara dan gerak si anak. Kalau pun dalam situasi tertentu, diperlukan intervensi orangtua, Anda dapat dengan mudah dan cepat bergabung bersama mereka diruangan tersebut.
Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam mendesain dan mendekorasi ruang bermain untuk anak diantaranya adalah :
Lantai
Untuk area tempat bermain anak dapat dipergunakan penutup lantai dari bahan yang lentur dan lembut seperti karpet tebal, karpet dari bahan plastic yang empuk dengan berbagai motif binatang maupun berbagai jenis angka dan huruf, yang sekaligus membantu anak untuk belajar. Agar lantai tidak terlalu dingin, gunakan karpet plastik atau busa. Hindari memakai karpet bulu karena karpet ini menyimpan debu di rongga-rongganya. Karpet bulu juga menyerap air sehingga membuat ruang lembab. Karpet
Dinding
Terkadang orang tua khawatir pada dinding rumah pada area ruang bermain anak untuk membuat dinding tetap bersih. Minimal tidak tampak coretan dan gambar di sana. Namun, karena anak-anak selalu memiliki keinginan membuat coretan maka langkah yang paling bijak adalah menyediakan sarana untuk itu atau membuat dinding ruang bermain yang mudah untuk dibersihkan. Misalnya, menyediakan papan tulis attau melindungi bagian yang mudah kotor dengan cat minyak yang mudah dibersihkan. Anda juga bisa melapisi dinding dengan papan atau wallpaper yang memang disediakan anak untuk bereksplorasi dengan coretannya.
Furniture
Kebanyakan anak-anak suka bereksplorasi dengan bermain dan memindah-mindahkan barang. Termasuk furniture seperti meja, kursi maupun mainan dalam bentuk yang besar. Untuk itu sediakan meja dan kursi yang ringan sehingga anak lebih mudah mengangkat dan apabila anak tertimpa meja atau kursi tidak terjadi hal yang fatal. Meja dan kursi dapat terbuat dari plastik ataupun kayu yang ringan, untuk alasan keamanan hindari penggunaan material yang berbahan logam atau kaca yang rentan pecah. Untuk dapat menarik minat anak bermain sediakan rak mainan untuk menata mainan dengan fasilitas untuk mengambil semacam tangga kecil serta aneka warna penutup jendela (gordin) yang bergambar motif-motif yang disukai oleh anak.

Sebelum mendekor kamar bermain anak, orang tua harus tahu apa yang menjadi keinginan anak. Dengan begitu, Anda akan menerapkan sesuatu yang memang diinginkan anak di kamar bermainnya. Berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk mendekor ruang beraktifitas putra atau putri kesayangan.

1. Tentukan area yang cocok untuk menciptakan kamar bermain anak. Dianjurkan memilih ruang yang aman, bersih dan sirkulasi udaranya baik.
2. Karena anak-anak menyukai warna, catlah warna dinding kamar bermain dengan warna cerah atau warna yang disukainya.
3. Sesuaikan warna dinding atau perabotan lain dengan jenis kelamin si anak. Pilih warna feminine, seperti pink atau kuning untuk anak perempuan. Dan warna masculine seperti biru tua dan coklat untuk anak laki-laki.
4. Pilih material mainan dan perabotan yang aman untuk anak. Hindari yang mengandung bahan kimia berbahaya. Agar aman, Anda dapat memilih material dari kayu.
5. Hindari pemilihan rak bertingkat yang terlalu tinggi dan letakkan mainan anak di tempat yang mudah dijangkau si kecil.
6. Jika menggunakan karpet, sebaiknya rajin dibersihkan. Jangan pilih karpet bulu karena memiliki potensi menyimpan debu dan air sehingga tidak baik untuk kesehatan si buah hati. Bisa juga Anda gunakan bantalan gabus sebagai alas bermain.
7. Jauhkan peletakan alat-alat elektronik dan listrik seperti kipas angin dan stop kontak dari jangkauan anak-anak. Sebaiknya letakkan di dinding bagian atas. Jangan pula meletakkan obat-obatan di kamar main anak.
8. Perhatikan penempatan perabotan atau mainan anak-anak agar tidak mengganggu aktifitas motoris mereka. 


Add caption
Dibeberapa daerah di Indonesia, ancaman pemadaman listrik secara bergiliran sering sekali terjadi. Jika kita memperhatikan pemberitaan dimedia, daerah-dareah khusunya diluar pulau Jawa sering sekali mengalami hal ini. Berbagai penyebab bisa saja menjadi alasan terjadinya hal ini, pasokan listrik yang kurang, maintenance mesin atau kapasitas pembangkit listrik yang kurang memadai sehingga tidak mampu melayani kebutuhan listrik masyarakat yang semakin lama semakin besar. Menghadapi situasi demikian dalam kondisi mengalami krisis energi yang terus berkepanjangan, mau tidak mau hampir semua rumah dituntut untuk berhemat, terutama dalam hal pemakaian energi listrik.
Mewujudkan rumah yang hemat energi sebenarnya bukan hal yang sulit untuk dilakukan, yang penting anda tahu cara dan mau menerapkannya. Salah satu cara yang paling mudah untuk dilakukan namun sering diabaikan ialah penghematan penggunaan listrik rumah tangga. Ada banyak perabot elektronik dirumah kita, tidak semua perabot tersebut harus digunakan, apalagi digunakan secara bersamaan. Atur pemakaianya dengan bijak, sehingga konsumsi energi listrik dirumah Anda tidak menjadi boros. Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk berhemat energi listrik dirumah:
Pencahayaan
Penempatan titik lampu yang tepat pada saat perencanaan dapat mengurangi beban pemakaian listrik dirumah. Sesuaikan fungsi sebuah ruangan dengan kebutuhan pencahayaannya. Kabutuhan lampu penerangan untuk ruang tidur akan berbeda dengan ruang keluarga. Perletakan dan bukaan jendela pada saat proses perencanaan dan desain perlu mempertimbangkan intensitas cahaya alami yang masuk ke dalam ruangan, sehingga pada siang hari didalam ruangan cukup menggunakan pencahayaan alami tanpa harus menyalakan lampu.
Biasakan tidur dalam gelap, atau menempatkan lampu taman (luar rumah) yang cahayanya membias ke dalam kamar tidur. Untuk Anda yang sudah terbiasa menyalakan lampu dapat menggunakan lampu kecil yang diletakkan disamping tempat tidur, lampu kecil tentu lebih hemat energi. Penghematan juga dapat dilakukan dengan mengganti lampu pijar dengan lampu TL yang lebih hemat energi. Sebuah lampu TL hemat energi 11 watt, terangnya setara dengan lampu pijar 60 watt. Berarti ada penghematan listrik sebesar 80% atau 49 watt.
Menghindari memasang TV dan perangkat tambahan (audio dan video) di dalam kamar tidur apabila sudah memiliknya di ruang keluarga. Jangan lupa mematikan TV dengan mematikan melalui switch, jika TV mati dalam posisi stand by maka energi listrik yang diperlukan untuk posisi stand by adalah 10 watt. Apabila TV setiap hari mati dalam kondisi stand by selama 15 jam, berarti Anda akan menghemat 150 wH/hari, sehingga dalam satu bulan akan menghemat energi listrik sebesar 4,5 KwH.
Penghawaan
Penerapan konsep ventilasi alami yang baik dalam rumah tinggal sangat membantu mengurangi pemakaian energi listrik. Jika sirkulasi udara pada area toilet (WC) dirancang dengan baik, maka tidak memerlukan exhaust fan. Demikian halnya jika sirkulasi udara pada ruang dapur sudah tepat, tidak dibutuhkan alat pengisap asap (cooker hood). Setiap ruangan sebaikanya disediakan ventilasi udara, sehingga sirkulasi udara dapat berjalan dengan baik. Sebuah ruangan seharusnya mendapatkan udara segar setiap saat, agar kondisi ruangannya tidak pengap dan berbau.


Selain ventilasi alami, setiap rumah idealnya menanam minimal satu pohon yang dapat berfungsi sebagai peneduh. Pohon dapat menurunkan suhu lingkungan akibat dari proses penguapan daun-daunnya. Dengan turunnya suhu lingkungan, maka Anda akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas didalam rumah serta tidak memerlukan AC dan lebih hemat energi listrik.
Jika rumah Anda terpaksa harus menggunakan pengatur suhu udara (AC), dayanya harus disesuaikan dengan luas ruangan. Atur AC untuk mendapatkan suhu ruangan secukupnya, hindari membuat suhu ruangan yang terlalu dingin. Berdasarkan penelitian, suhu nyaman orang Indonesia dalam beraktivitas adalah 26°C. Lakukan hal lain seperti: menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas dari luar tidak masuk kedalam ruangan. Jangan lupa untuk mematikan AC bila ruangan tidak digunakan.
Saat ruangan tidak digunakan, bukalah jendela dan pintu untuk mendapatkan udara segar. Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari lansung agar efek pendingin tidak berkurang. Jangan lupa untuk selalu membersihkan saringan (filter) udara dengan teratur. Jika hal-hal kecil ini dilakukan, maka kondisi AC akan tetap prima sehingga konsumsi energinya tetap hemat.
Air Bersih
Air bersih merupakan salah satu kebutuhan pokok rumah tangga. Mesin pompa air merupakan salah satu peralatan umum yang sering kita jumpai dalam rumah, kebanyakan pompa air menggunakan daya listrik yang cukup besar. Sebaiknya Anda menyediakan tangki atau tandon air yang ukurannya cukup besar untuk melayani konsumsi air yang cukup tinggi dirumah. Dengan mengisi tanki atau tandon air secara penuh, artinya Anda mengurangi intensitas pemakaian mesin pompa air yang berakibat pada berkurangnya beban listrik.
Dengan tandon air yang berukuran besar, mesin pompa air cukup dinyalakan pada saat tandon air benar-benar kosong. Sebaiknya rumah tangga menggunakan mesin pompa air yang diset secara otomatis untuk melakukan pengisian ke tandon ketika permukaan air menurun di batas tertentu dan akan berhenti mengisi secara otomatis ketika tandon air terisi pada batas penuh. Hal ini akan menghemat konsumsi listrik karena pompa akan berhenti bekerja ketika tandon airnya telah terisi penuh. Jika Anda lupa mematikan mesin pompa, maka mesin pompa secara otomatis akan berhenti dengan sendirinya.